Alasan Biaya Dokter Gigi Mahal

Banyak penderita sakit gigi yang enggan pergi ke dokter gigi karena faktor biaya. Mereka pun bertanya-tanya dalam hati kecil "Mengapa biaya berobat ke dokter gigi itu mahal?" Nah untuk menjawab rasa penasaran anda maka simak alasan biaya dokter gigi mahal dan tidak murah.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan biaya berobat ke dokter gigi itu mahal dan tidak semurah berobat ke dokter umum.

Foto Dokter Gigi dan pasiennya (Credit to kapanlagi)

1. Waktu Kuliah

Waktu yang dibutuhkan seorang calon dokter gigi hingga lulus kuliah di kedokteran gigi dan mendapatkan gelar bukanlah waktu yang singkat. Jangka waktu yang dibutuhkan lebih lama dari daripada pendidikan kuliah di kedokteran umum. Hal ini karena dokter gigi adalah sebuah spesialisasi keahlian dari dokter umum.

Pengetahuan yang spesifik cenderung menjadikan "nilai tinggi" bagi sang pemiliknya. Ruang lingkup kedokteran gigi memang lebih kecil, tetapi pelayanan yang diberikan menjadi maksimal karena para spesialis ini lebih paham ilmunya. Contohnya, pasien akan merasa puas mendapatkan penjelasan dari spesialis meskipun dokter umum dapat menerangkan kelainan penyakit. Sayangnya, tidak banyak pasien yang memanfaatkan keilmuan dokter spesialis. Mereka cenderung takut berkonsultasi berlama-lama karena faktor biaya. Padahal sebetulnya tidak. Sebab dokter yang profesional akan berusaha membuat pasien cepat sembuh yang artinya biaya berkonsultasi tidak perlu berlama-lama. Namun semuanya tergantung seberapa parah penyakitnya dan bagaimana pengobatannya.

2. Waktu Kerja

Dokter gigi perlu waktu kerja lebih lama daripada dokter umum. Contohnya, waktu untuk mencabut gigi pasien sekitar 30-45 menit, dengan catatan tidak ada faktor penghambar seperti akar bengkok atau gigi terbenam. Pencabutan gigi jika ada faktor penghambat seperti itu dapat memakan waktu 1-2 jam mulai dari pembukaan hingga penutupan.

Anda bisa membayangkan dengan dokter umum yang hanya perlu waktu 10-20 menit untuk memeriksa dan merekomendasikan obat pada pasien. Hal ini berarti dokter akan menetapkan biaya pasien 3-6 kali biaya berobat biasa ke dokter umum. Mungkin suatu saat seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran gigi maka proses pencabutan gigi dapat dipersingkat sehingga biaya dapat dikurangi.

Baca juga: Biaya tambal gigi di puskesmas

3. Kualitas

Kualitas alat dan bahan sangat mempengaruhi biaya pengobatan. Dokter akan menutupi biaya berobat yang mahal melalui subsidi silang biaya berobat pasien. Dalam teori ekonomi, jika telah terjadi titik impas atau Break Even Point (BEP) maka biaya dapat berkurang jika telah melalui titik impas atau bahasa umumnya "balik modal". Tetapi kebanyakan pada saat balik modal, dokter gigi perlu meremajakan alat kedokteran gigi. Nah kalau sudah seperti ini, tentu saja perlu dimaklumi oleh pasien.

Baca juga: Apa itu Pit and Fissure Sealants?

4. Lokasi

Faktor lokasi mempengaruhi tarif berobat ke dokter gigi. Hal ini wajar karena dokter gigi yang membuka klinik di lokasi strategis perlu membayar biaya sewa tempat yang mahal.

Mungkin bisa dicoba berobat ke dokter gigi di daerah pinggiran untuk mendapatkan biaya yang murah. Tetapi biasanya daerah pinggiran lebih sepi pasien sehingga otomatis perlu dipikirkan tentang faktor titik impas.

Biaya berobat di pusat kota mahal karena sewa tempat atau biaya berobat di pinggiran kota mahal karena pasien sedikit sehingga titik impas menjadi lama. kalau sudah begini, konsumen lebih bijak untuk memilih dokter gigi yang dekat dengan rumahnya, daripada repot bermacet-macetan ke pusat kota.

Baca juga: Cara membersihkan noda gigi yang bandel

5. Ketenaran

Ketenaran mempengaruhi faktor biaya berobat. Namun tidak semua dokter gigi terkenal memasang tarif mahal. Malah ada juga memasang biaya khusus bagi langganannya yang rutin memeriksa kondisi kesehatan giginya.

Itulah beberapa alasan biaya dokter gigi mahal. semoga penjelasan tersebut diatas dapat menjawab pertanyaan mengapa biaya dokter gigi lebih mahal dibandingkan dokter umum. Baca juga cara merawat kesehatan gigi dan gusi.

Artikel Sakit Gigi Gusi Lainnya :

Copyright © 2015-2018 Sakit Gigi Gusi